Rich People Problems: masalah orang kaya


Judul buku   : Rich People Problems - Masalah Orang Kaya (Crazy Rich Asians #3)
Pengarang    : Kevin Kwan
Penerjemah : Cindy Kristanto
Halaman       : 480
Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama

Masalah orang kaya adalah;
  • ketika uang yang kau miliki tidak dapat memenuhi keinginanmu,
  • ketika semua uangmu tidak mampu mengatasi masalahmu,
  • dan uangmu menjadi tidak berguna saat kau tiada.

Dua tahun berselang lagi, Nick dan Rachel kembali. Masih dengan kehidupan glamour dari orang-orang kaya Asia. Ada Eddie Cheng yang selalu bersikap sombong dan suka sekali pamer. Charlie Wu yang tetap rendah hati meski dia sangat sukses. Juga dengan Kitty Pong yang semakin menjadi dan sekarang sebagai Mrs Jack Bing. Serta cerita-cerita dari Keluarga Young dan kerabat mereka.

Konflik berawal dari Shang Su Yi yang tengah sakit, lalu seluruh keluarga besar Shang dan Young pun berkumpul menunjukkan wajah mereka dengan berbagai motif. Seakan semua orang berlomba untuk mendapat bagian warisan, ingin mewarisi Tyersall Park tentu saja.

Sebagai tokoh utama, Rachel memang selalu baik. Dia cepat mengambil pelajaran dari hal menyedihkan yang menimpanya, tidak mendendam, dan mudah sekali memaafkan. Tetapi jika sudah melanggar privacy dia agak egois kurasa, tidak suka campur tangan orang tua, entah apakah itu karena ‘dia orang Amerika’ seperti kata Nick.

Di sisi lain, Astrid Leong dan Charlie Wu menjalani hubungan yang serius dan merencanakan pernikahan. Ikatan mereka semakin kuat, namun tidak gampang untuk bersatu. Perjuangan cinta mereka menemui berbagai rintangan yang datang dari mantan pasangan masing-masing.

Selain itu, kehidupan Kitty Pong Tai Bing hampir sempurna, dia telah memberikan seorang putra bagi miliuner Jack Bing. Dia menikmati semua kemewahan sampai Colette Bing muncul, putri tirinya itu mulai merebut semua kesenangan dan ketenangan Kitty, hingga dia merasa tersaingi.

Menjadi kaya mungkin harapan banyak orang. Tapi dari yang kulihat ternyata pemikiran tokoh-tokoh dalam novel ini cukup ribet. Bagaimana mereka selalu terobsesi menjadi sempurna, tidak terkalahkan, ingin diakui paling hebat, hingga kadang tidak realistis. Sangat menyebalkan ketika kau selalu dituntut bagaimana cara berpakaian dan bersikap.

Cukup menarik bahwa kebanyakan orang memang memikirkan image mereka di masyarakat, apalagi jika kau termasuk golongan elit. Reputasi adalah nomor satu. Kau akan peduli tentang penampilan melebihi segala hal lain dalam hidup ini. Jadi semuanya harus sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

Aku awalnya tidak mengerti, banyak orang ingin menjadi populer namun beberapa tokoh novel ini anti sekali disorot media. Langka, orang ‘hebat’ menghindari dunia. Kukira dulu itu karena mereka tidak suka pamer dan ingin hidup sederhana. Kenyataannya mereka orang-orang yang berpikiran sempit. Sombong hanya karena punya terlalu banyak uang, uang datang begitu mudah sehingga mereka merasa selalu benar.

Orang-orang ini juga begitu merendahkan orang kaya baru yang mereka sebut Cina Daratan. Umumnya orang akan bangga saat menjadi sukses dari kecerdasan dan usahanya sendiri. Tapi di sini nilai kerja keras tidak berarti dibanding dari mana kau berasal dan siapa moyangmu.

Apakah ini efek dari rasa tidak percaya diri? Tahu mereka sama sekali tidak melakukan apapun untuk mendapatkan kekayaan. Jadi yang bisa dilakukan hanya meremehkan orang lain yang punya keberanian untuk menghasilkan uang sendiri. Seperti takut pada kekayaan baru yang terus bermunculan, mereka akhirnya berkerumun dalam lingkup kecil mereka.

Kelompok ini sudah hidup lama, generasi ke generasi, menyimpan ketakutan akan kekayaan mereka, menghindari dunia dan bersikap pamer. Padahal harusnya kekayaan itulah yang menempatkan mereka pada posisi menguntungkan sebagai orang-orang yang bisa melakukan banyak sekali kebaikan di dunia, bukan bersembunyi dari dunia.

Ironisnya, orang kaya kelebihan harta malah menghamburkan uang mereka demi kesenangan pribadi. Kau tahu, memanjakan nafsu, seperti menambah koleksi pakaian yang harganya kelewat batas, membangun rumah bak istana dengan arsitektur megah nan canggih, hingga rela menghabiskan ribuan dollar demi bedah plastik seekor ikan. Sangat disayangkan padahal masih banyak orang yang kekurangan di bumi ini.

Benar-benar masalah ketika orang-orang kaya yang sebenarnya menyembunyikan kekayaan untuk diri mereka sendiri. Terus menumpuk kekayaan agar menjadi lebih kaya dari yang paling kaya. Masalah orang kaya ketika mereka tidak punya hati, tidak mau berbagi, maka kekayaannya sama sekali tidak berarti.

Comments

Popular posts from this blog

Anak Rimba, The Jungle Book

Dilan: dia adalah dilanku tahun 1990

Negeri di Ujung Tanduk